Sosialisasi E-Jafung STITNU Al Farabi, Ketua STITNU: Ini demi percepatan kepangkatan dosen.

STITNUALFARABIPANGANDARAN.AC.ID. Selasa 05 April 2022, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) AL-Farabi Pangandaran mengikuti sosialisasi di ruang rapat kampus. Sosialisasi ini membahas perubahan sistem pengajuan jabatan fungsional dan Beban Kerja Dosen (BKD) / Laporan Kinerja Dosen (LKD) dosen. Selain dosen, turut hadir pula para Ketua Prodi manajemen pendidikan islam dan pendidikan islam anak usia dini, ketua STITNU Al Farabi, dan Wakil Ketua STITNU AL-Farabi.

Rapat sosialisasi e-jafung stitnu al farabi pangandaran.

Ketua STITNU Al-Farabi, Drs. Asep Saepurrohman, M. M. mengemukakan, sosialisasi ini menyikapi adanya perubahan dari Kopertais II Jawa Barat. Semuanya sekarang memang mengarah ke digitalisasi.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa e-jafung (Elektronik Jabatan Fungsional) ini akan membawa dampak positif baik bagi kampus maupun dosen itu sendiri.

“E-jafung ini akan sangat bermanfaat bagi dosen. Kalau biasanya hasil penelitian dosen akan ditumpuk terlebih dahulu, lalu dilaporkan di akhir. Maka sekarang bisa dilaporkan secara berkala melalui sistem ini. Hal inilah saya kira yang akan membantu para dosen dalam meningkatkan kepangkatan dosen. Papar Drs. Asep Saepurrohman, MM Lanjutnya.

Yanti Nurdiyanti, S.Pd.I., MM, menyampaikan, e-jafung ini pada dasarnya hanya pergeseran penyampaian laporan yang sebelumnya secara manual, menjadi online.

Untuk menyikapi kebijakan dari Kopertais II Jawa Barat ini, papar Dosen STITNU ini, STIT NU AL-Farabi akan membuat sistem BKD/LKD sendiri. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja akademik bagi dosen-dosen di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama pertama di Pangandaran ini.


“Kita akan buat sistem LKD/BKD sendiri versi STIT NU. Sistem ini akan mewadahi para dosen yang sudah memiliki NIDN namun belum tersertifikasi.” Sambung Yanti yang juga menjabat sebagai Biro Keuangan Kampus.

Kehadiran e-jafung ini juga diharapkan mampu meningkatkan disiplin dan gairah para dosen untuk bisa mengajukan kenaikan jabatan fungsional setiap dua tahun sekali. “Kalau sebelumnya masih banyak yang abai, semoga dengan adanya e-jafung ini, dosen memiliki kesadaran yang lebih untuk memenuhi kewajibannya secara administrasi.” Pungkasnya.

Red. Ridwan. A./Editor. Ilmi. I.

More
articles