MPI STIT NU Al Farabi Pangandaran Lakukan Studi Lapangan

aaacih

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan program studi manajemen pendidikan islam, sejumlah mahasiswa manajemen pendidikan islam STIT NU Al Farabi Pangandaran lakukan studi lapangan ke Desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini dibimbing oleh Kaprodi MPI Yayat Hidayat, S. Pd. I., M. Pd. dan Yanti Nurdiyanti, S. Pd. I., M. M. Desa Bunisari dipilih karena kepala Desa Bunisari meraih penghargaan Aditya Karya Mahatva Yodha 2019 sebagai Pembina Karang Taruna Teladan se-Jabar.

Penghargaan Karang Taruna Award 2019 Bulan Bhakti Karang Taruna 2019, di Stadion Arcamanik Bandung pada hari Selasa 17 Desember 2019. Atas dasari itu, pada 25 Desember 2019 prodi MPI STIT NU Al Farabi Pangandaran dan sejumlah mahasiswa lakukan studi lapangan.

Budaya organisasi, secara spesifik mengenai iklim, dinamika dan matrikulasi organisasi dibentuk oleh faktor sumber daya manusia. Sebagaimana dikatakan Yanti Nurdiyanti, S. Pd. I., M. M. “Motivasi karangtaruna dalam mengkatkan spirit berorganisasi dan implementasi kepemimpinan yang egaliter sangat menarik untuk dikaji dan ditiru. Mahasiswa harus belajar mengenai iklim, dinamika dan matrikulasi organisasi dari kepala desa Bunisari, karena mahasiswa –saat ini dan seterusnya- adalah penggerak kemajuan bangsa. Kegiatan ini bertajuk pada kajian budaya organisasi”.

Penghargaan Karang Taruna Award 2019 Bulan Bhakti Karang Taruna 2019 adalah penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah, dalam hal ini kepala desa, atas keseriusan dalam membangun dan memajukan karangtaruna desa masing-masing, seperti yang dilakukan oleh kepada desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan memotivasi, mengapresiasi, memberi ruang ekspresi adalah point penting yang dilakukan kepada desan Bunisari. Berdasarkan hasil study lapangan yang dilakukan, Yanti Nurdiyanti, S. Pd. I., M. M., mengatakan “Kepala desa Bunisari melakukan konsep-konsep  motivasi dan memberikan berbagai insfirasi kepada karangtaruna desa Bunisari untuk berkomitmen membangun desa dengan menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.  Hal ini memberikan dampat positif pada kehidupan masyarakat desa Bunisari baik dalam pendidikan, kesosialan maupun perekonomian.”

“Kegigihan kepala desa Bunisari dalam melakukan pembinaan terhadap karangtaruna dan menjaga ritme menjalankan visi untuk mengembangkan potensi Bunisari menjadi faktor keberhasilan kepala desa bunisari. Kondisi tersebut memberikan pelajaran kepada mahasiswa manajemen pendidikan islam bahwa, dalam proses berorganisasi bukan hanya bicara bagaimana yang dilakukan seorang pemimpin tapi proses koordinasi dan kesamaan visi antara seorang pemimpin dan yang dipimpin sehingga saling memberikan pengaruh positif dalam pembangunan kehidupan” pungkasnya.

Blog Attachment

Leave us a Comment