Mahasiswa PIAUD Selenggarakan Webinar PAUD Holistik Integratif di Era Digital
webinar piaud stitnu al farabi

STITNUALFARABI.AC.ID. Jumat 3 Desember 2021. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMA PIAUD) menyelenggarakan webinar dengan tema “Peran Mahasiswa yang Religius dalam Mewujudkan PAUD HI di Era Digital”. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa PIAUD STITNU Al Fafarabi mengundang Bunda PAUD Kab. Pangandaran Hj. Ida Nurlela, Dr. Sigit Purnama, M. Pd. Ketua PPS PIAUD Indonesia, dan Imas Masitoh, S. Pd. I., M. Pd. Ketua Prodi PIAUD STITNU Al Farabi.

Tujuan dari werbinar tersebut, menurit Naely Kamilatul Azizah, sebagai calon pendidik anak usia dini harus mempunyai dasar pengetahuan agama yang cukup untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sesuai dengan era digital.

“Era digital anak fokus ke HP. Anak dan guru harus bekerja sama dalam menganalisa penggunaan dan pengawasan media. Orang tua pun harus tahu media, supaya anak tidak salah dalam penggunaan teknologi.” Terang Naely selaku ketua pelaksana webinar.

Revolusi industri 4.0 menjadi perhatian ketua PPS PIAUD Indonesia. Dr. Sigit Purnomo mengemukakan permasalahan revolusi industry 4.0, transformasi digital, mahasiswa dan guru yang harus memahami koteks pembelajaran, ke-Indonesia-an, keilmuan dan keagamaan.

“Mahasiswa dan guru harus menguasai literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Demikian, penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu”. Tambah Dr. Sigit Purnomo dalam materi webinar.

Impelemtasi PAUD Holistik Integratif dilaksanakan berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat. Prinsrip pelayanan PAUD Holistik Integratif, dalam pemaparannya, Imas Masitoh, M. Pd. Menyampaikan terdiri dari pelayanan yang menyeluruh dan terintegritas, pelayanan yang berkesinambungan, pelayanan yang non diskriminasi, pelayanan yang tersedia, dapat di jangkau dan terjangkau, serta diterima oleh kelompok masyarakat, partisipasi masyarakat, berbasis budaya yang konstruktif dan tata kelola yang baik.

More
articles