Kurikulum STIT NU Al Farabi Pangandaran Menjawab Kebutuhan Kerja

Dalam pemaparan bedah kurikulum STIT NU Al Farabi Pangandaran, Irpan Ilmi S. Hum., M. M. Menegaskan, kurikulum STIT NU Al Farabi Pangandaran menjawab pembangunan akhlak mulia, workforce needs dan revolusi industri.

Academic expectation dan social expectation menjadi ukuran STIT NU Al Farabi Pangandaran dalam pengembangan kurikulum. Rencana kegiatan belajar mengajar di STIT NU Al Farabi Pangandaran setiap harus berdasar pada ketercapaian visi misi, out come dan out put lulusan STIT NU Al Farabi Pangandaran KKNI menjadi acuan utama prodi MPI dan PIAUD. Saat ini kita sedang berada pada level enam. Mahasiswa stit nu al farabi pangandaran harus dapat memanfaatkan ipteks dalam bidang keahliannya, dan mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah. Penguasaan pada konsep teoritis pada bidang ilmu pengetahuan secara umum dan mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian secara prosedural. Mahasiswa juga harus mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisa informasi dan data serta memberikan petunjuk dalam berbagai alternatif solusi. Terakhir, mahasiswa harus bertanggungjawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggungjawab atas pencapaian hasil organisasi. Hal di atas harus dituntaskan oleh mahasiswa STIT NU Al Farabi Pangandaran”. Imbuhnya.

Prodi manajemen pendidikan islam dan pendidikan islam anak usia dini harus mengacu kepada vokasi bukan hanya sebatas teori. Irpan Ilmi, S. Hum., M. M. Menerangkan tentang out put MPI STIT NU Al Farabi Pangandaran. “Out out MPI adalah menjadi pengelola lembaga pendidikan (madrasah, sekolah, lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, pondok pesantren, majlis taklim, dan diniyah takmiliyah). Pendidik manajemen dan administrasi di SMK/MAK. Pengelola Pelatihan. Pengelola SDM. Peneliti bidang manajemen pendidikan. Ini semua telah dimaktubkan dalam pedoman akademik program studi manajemen pendidikan STIT NU Al Farabi Pangandaran”.

Dijelaskan pula oleh Yana Suryana, S. Pd., M. Hum., “Kita dapat melihat banyak sekali lowongan pekerjaan. Setiap lowongan pekerjaan membutuhkan orang-orang yang siap secara mental dan profesional. Profesionalitas di sini bukan hanya sebatas keahlian dalam bidang perkuliahan, melainkan menjalankan tanggungjawab untuk dapat menyelesaikan setiap pekerjaan.”

Diskusi Kurikulum KKNI

Sebagai penanggungjawab, Ibu Yanti Nurdiyanti, S. Pd. I., M. M. Menegaskan tiga hal penting kenapa kegiatan ini harus diselenggarakan; Ada 3 hal penting yang ingin saya sampaikan dalan kegiatan ini; Pertama, kegiatan ini salah satu upaya menstimulasi mahasiswa dalam implementasi kegiatan manajerial, mengasah kemampuan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian komunikasi dan evaluasi. Kedua, materi bedah kurikulum dipilih berkaitan dengn materi administrasi kurikulum dimana administrasi kurikulum bukan hanya bicara tentang pembutan format atau keseragaman format kurikulum, melainkan memahami sistem penyusunan kurikulum untuk menghasilkan satu out put kurikulum yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan. Ketiga, kegiatan bedah kurikulum ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami konsep dan tujuan kurikulum pendidikan tinggi di STIT NU Al Farabi Pangandaran secara intensif sehingga mampu mengklarifikasi keambiguan yang dirasakan oleh mahasiswa terhadap pemahaman kurlikulum pada masing masing program studi untuk menjadi lulusan yang kompeten dalam bidangnya masing-masing.”

More
articles