Diskusi Panel Bedah Kurikulum STIT NU Al Farabi Pangandaran

STIT NU Al Farabi Pangandaran, 26 Desember 2019, menggelar diskusi panel di aula kampus. Kegiatan yang dihadiri dosen dan mahasiswa ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 13.00. kegiatan tersebut dihadri oleh PK 1 bidang akademik Bpk. Dasep S. Ubaidillah, S. Ikom., M. Pd. dan PK 2 Bpk. Samsudin Aziz, S. Pd. M. M.. Tema diskusi panel ini adalah mengetahui, memahami dan menganalisa kurikulum pendidikan tinggi sebagai acuan pendidikan. Hadir beberapa panelis yaitu Irpan Ilmi, S. Hum., M. M., sebagai penyusun kurikulum, Yayat Hidayat, S. Pd. I., M. Pd., sebagai ketua prodi manajemen pendidikan islam, juga hadir sekretaris prodi pendidikan anak usia dini, Tati Kartini, S. Pd. M. Pd dan Yana Suryana, S. Pd., M. Hum, sebagai key note speaker.

Sesi pertama dibuka dengan pengantar diskusi yang dipaparkan oleh Bpk. Yayat Hidayat, S. Pd. I., M. Pd. beliau memaparkan “Visi STIT NU Al Farabi Pangandaran adalah Profesional Dalam Mengembangkan Keilmuan Dan Pendidikan Islam Dengan Wahyu Ilahiah Guna Membangun Generasi Berakhlak Mulia pada tahun 2020. Mengutip firman Allah S. W. T. bahwa Lukman Hakim memberikan nasihat pada anaknya, bahwa ketika memberikan nasihat kepada anaknya, lukman menggunakan bahasa yang lembut dan hal pertama yang harus diajarkan adalah tentang ketauhidan. Ketauhidan dalam islam yang ajarkan di STIT NU Al Farabi Pangandaran adalah islam yang menjadi kasih sayang bagi semesta alam. Sikap tolerani dan mengasihi untuk mencapai generasi yang berakhlak mulia adalah utama dan pertama yang menjadi perhatian STIT NU Al Farabi Pangandaran.”

Dilanjut oleh IbuTati Kartini, S. Pd. M. Pd yang menjelaskan peran mahasiswa, out put dan out come prodi PIAUD. “Keterlibatan mahasiswa dalam mengambangkan kurikulum sangat penting. Khususnya mahasiswa piaud. Kesiapan menjadi lulusan STIT NU Al Farabi Pangandaran pun haris didukung oleh pemahaman kepiaudan. Mahasiswa, dalam desain kurikulum piaud STIT NU Al Farabi pangadaran, harus menjadi guru pendidikan anak usia dini yang berkepribadian mulia, berpengetahuan luas dan mutakhir di bidang pendidikan agama dan mampu mengembangkan teori-teori pendidikan dan pembelajaran, dan permainan serta kesehatan. Selaini itu mahasiswa mampu menjadi pencerita dalam bidang pendidikan anak usia dini dan menjadi Wirausahawan dalam bidang pendidikan anak usia dini. “

Formulasi kurikulum di STIT NU Al Farabi Pangandaran sejalan dengan perkembangan zaman. Mahasiwa harus berbanggadiri menjadi STIT NU Al Farabi Pangandaran. Mahasiswa STIT NU harus merdeka dalam belajar di STIT NU Al Farabi Pangandaran. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh PK 1 bidang akademik, “Konsep merdeka belajar kementrian pendidikan menjadi fokus perhatian STIT NU. Keterampilan dan kenyamanan mahasiswa dalam berbagai hal menjadi prioritas kami. Fasilitasi program untuk mencapai out come dan out put STIT NU menjadi prioritas perbaikan manajemen kurikulum. Teknologi, pendidikan, riset terus dipelajari dan dikembangkan untuk memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa yang ada dipundak mahasiswa STIT NU. Kita sudah dan sedang menjalankan itu. Lihat saja, STIT NU Al Farabi menjadi kampus pertama yang berdiri dan pertama yang mempunyai lulusan di Pangandaran. Sekarang, alumni STIT NU sudah menempati posisi strategis dalam bidangnya atau bahkan bukan dalam bidangnya. Ini bukti, bahwa STIT NU Al Farabi siap untuk menempati berbagai posisi dalam pembangunan bangsa.”.

photo bersama diskusi panel kurikulum stit nu al farabi pangandaran

Kegiatan yang dimoderatori oleh mahasiswa ini berlangsung dengan riuh diskusi -tanya jawab-. Anjar Prasetya menanggapi, sebagai moderator, menanggapi “Diskusi panel seperti ini harus sering digelar untuk menumbuhkan keyakinan dan kebanggaan terhadap kampus. Kiata juga bisa merumuskan apa yang akan kita lakukan kedepan sesuai jurusan kita masing-masing. ”

Klik LANJUTKAN untuk membaca kurikuluk STIT NU Al Farabi jawab kebutuhan kerja

More
articles