MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Starts from:Sab, November 28, 2020
Campus Location

Jl. Raya Cigugur, KM. 03, Kompleks Pesantren Babakan Jamanis Kel. Karangbenda, Kec. Parigi, Karangbenda,Parigi,Pangandaran,Jawa Barat,Indonesia

Map it
بالطبع ميزة
Class Description

Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi pangandaran.

VISI

“Menjadi Model Manajemen Pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter serta melahirkan tenaga pendidik dan kependidikan profesional yang Islami.”

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran manajemen pendidikan profesioanl guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.
  2. Melakukan penelitian dan kajian ilmiah guna mengembangkan ilmu manajemen pendidikan Islam yang memberikan kontribusi bagi peradaban
  3. Menyiapkan tenaga Pendidik dan kependidikan Islam pada profesional untuk membangun tatanan manajerial pada lembaga-lembaga pemerintah maupun masyarakat.
  4. Menyelenggarakan pengabdian bidang manajemen pendidikan yang bermanfaat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang profesional;
  5. Membangun kepercayaan dan kerjasama dengan steakhoder untuk membangun kualitas dan kuantitas pelaksanaan akademik dan pengabdian pada masyarakat.

 

TUJUAN

  1. Melahirkan lulusan manajemen pendidikan islam memiliki kompetensi akademik profesional dengan akhlak mulia yang mampu menerapkan dan mengembangkan keilmuannya;
  2. Menghasilkan riset dan karya bidang manajemen pendidikan yang meberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat;
  3. Mewujudkan tatakelola jurusan MPI yang profesional, transparan dan akuntabel
  4. Menjalin kerjasama dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen pendidikan Islam dengan berbagai pihak

Data Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

  1. Nama Prodi : Manajemen Pendidikan Islam
  2. Kode Prodi : 86231
  3. Jenjang : S1
  4. Akreditasi : C/Baik
  5. Tanggal Berdiri : 11 Desember 2014
  6. SK Penyelenggaraan : 7052 Tahun 2014
  7. Rasio Dosen: Mahasiswa : 1 : 28.38

PROFIL LULUSAN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI MPI

Profil Lulusan

  • Profil Utama Lulusan Program Studi MPI adalah:

Menyiapkan Lulusan menjadi Tenaga Kependidikan (Tenaga Administrasi) pada lembaga pendidikan Islam dan organisasi/instansi yang menangani pendidikan.

 

Profil Tambahan Lulusan: Menyiapkan lulusan menjadi

  • Mengelola lembaga pendidikan (madrasah, sekolah, lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, pondok pesantren, majlis taklim, dan diniyah takmiliyah).
  • Pendidik manajemen dan administrasi di SMK/MAK.
  • Pengelola Pelatihan.
  • Pengelola SDM.
  • Peneliti bidang manajemen pendidikan.

 

Salah satu konsekuensi dari visi ini adalah bahwa Jurusan/Program Studi MPI harus mengembangkan kurikulum sebagai landasan akademik dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. Kurikulum yang dimaksud harus mencerminkan Jurusan/Program Studi MPI sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dan sekaligus kemampuan akademik untuk mengembangkan Manajemen Pendidikan Islam.

Terkait dengan visi di atas, maka Jurusan/Program Studi MPI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran dituntut untuk dapat:

  1. Menyelenggarakan program pendidikan yang didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki daya kompetitif yang tinggi serta mampu mengembangkan profesionalitas dalam bidang MPI,
  2. Menyelenggarakan program pendidikan untuk menghasilkan lulusan MPI yang profesional untuk pengelolaan pendidikan Islam, serta
  3. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dalam rangka memperkuat epistemologi dan struktur keilmuan (body of knowledge) Manajemen Pendidikan Islam.

Perkembangan masyarakat yang pesat dan semakin kompleks sering berpengaruh pada perkembangan struktur keilmuan (body of knowledge) Manajemen Pendidikan Islam menyadarkan bahwa setiap saat Jurusan MPI harus meninjau kembali (review) kurikulum sehingga proses pembelajaran yang diselenggarakan dapat menjamin standar kualitas lulusan yang compatible dengan perkembangan masyarakat serta tuntutan profesionalisme.

Program Studi/Jurusan Manajemen Pendidikan Islam merupakan salah satu program studi/Jurusan yang ada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran dengan Nomor SK Pendirian Program Studi Manajemen pendidikan Islam yaitu Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7052 Tahun 2014 tentang Penyesuaian Nomenklatur Program Studi pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran. Pada Keputusan tersebut dinyatakan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) lulusannya mendapat gelar S. Pd.. Program Studi MPI ini sesungguhnya merupakan program studi yang sangat prestisius dan prospektif dalam konteks pengembangan dan peningkatan mutu manajemen lembaga-lembaga pendidikan Islam maupun umum. Selain itu, program studi ini juga merupakan program studi yang telah lama dinantikan oleh stakeholders dan user. Eksistensi Program Studi MPI ini didasari atas pemikiran dan fakta tentang perlunya lembaga-lembaga pendidikan Islam dikelola secara mutu. Agar lembaga-lembaga pendidikan Islam dikelola secara bermutu diperlukan adanya manajer pendidikan Islam. Atas pertimbangan kondisi tersebut, LPTK perlu membuka Jurusan MPI yang akan menyiapkan lulusannya menjadi manajer-manajer pendidikan Islam yang bermutu.

Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI Nomor 73 Tahun 2013, mengharuskan perguruan tinggi termasuk UIN/IAIN/STAIN termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran melakukan redesain kurikulum secara serentak paling lambat Tahun Ajaran 2016/2017. Implementasi KKNI bidang pendidikan tinggi ditandai pula dengan Perpres Nomor 8 Tahun 2012. Ada beberapa alasan perlunya desain kurikulum Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran termasuk di dalamnya Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan salah satunya adalah prodi Manajemen Pendidikan Islam. Pertama, dalam rangka menghadapi era globalisasi, pendidikan tinggi di luar dan dalam negeri disamaratakan kualitasnya. Padahal, secara sumberdaya, Indonesia  masih ketinggalan dari berbagai hal, misalnya rendahnya kualitas  dan kuantitas manusia terdidik, rendahnya dana riset di Indonesia, serta tingginya resiko bencana alam di Indonesia.

Kedua, agar kualitasnya sama dengan perguruan tinggi luar negeri, maka kurikulum Prodi MPI harus menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Belajar dari kelemahan PTAI dan Perguruan Tinggi Umum, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran melakukan upaya pengembangan keilmuan dan kurikulum yang diharapkan mampu meminimalisir kelemahan dari kedua model pendidikan tersebut, sehingga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran memiliki identitas yang kuat dan karakteristik keilmuan yang berbeda dari Perguruan Tinggi lain.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran terfokus pada kajian ilmu-ilmu keislaman (Islamic studies) dengan pendekatan yang cenderung eksklusif tanpa membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang lain, maka perlu menyeimbangkan keilmuan dan kurikulum yang gayut dan padu dengan ilmu-ilmu lain, sehingga studi Islam tidak lagi menjadi sebuah entitas keilmuan yang eksklusif. Diakui bahwa selama ini para dosen STIT NU Al Farabi Pangandaran sudah memanfaatkan ilmu-ilmu sosial dalam kajian keagamaannya, tetapi semua itu belum dilakukan secara terstruktur, dan sifatnya hanya insidental dan belum terbuka terhadap ilmu-ilmu sosial maupun ilmu humaniora dan ilmu alam untuk kedalaman kajian yang diajarkan. Pada sisi lain, Perguruan Tinggi Umum kurang mempertimbangkan aspek agama dalam pengembangan keilmuannya karena agama dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dengan dunia ilmu pengetahuan.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran  sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam, perlu mengubah realitas tersebut dengan upaya pengembangan keilmuan dan kurikulum dengan menggunakan pendekatan ini menempatkan wilayah agama dan ilmu dalam posisi yang sejajar, serta antar ilmu saling menyapa satu dengan yang lainnya sehingga menjadi satu bangunan yang utuh. Berangkat dari pembidangan ilmu yang sudah baku, yaitu ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu humaniora, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran  memandang perlu menempatkan etika Islam yang bersumber pada nilai-nilai universal Al-Quran dan Al-Sunnah untuk menjiwai seluruh bidang keilmuan. Pada dasarnya, Islam mengembangkan ilmu yang bersifat universal, dan tidak mengenal dikotomi antara ilmu-ilmu qauliyyah/hadlarah al-nash (ilmu-ilmu yang berkaitan dengan teks keagamaan) dengan ilmu-ilmu kauniyyah-ijtima’iyyah/hadlarah al-‘ilm (ilmu-ilmu alam dan kemasyarakatan), maupun dengan hadlarah al-falsafah (ilmu-ilmu etika kefilsafatan).

Wilayah kajian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran  termasuk di dalamnya prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mencakup seluruh bidang keilmuan di atas, yang dikembangkan melalui konsep hadlarah al-nash, hadlarah al-‘ilm maupun hadlarah al-falsafah dan dikaji secara integratif dan interkonektif. Dengan demikian seluruh bidang keilmuan itu dapat dikatakan sebagai ilmu-ilmu keislaman, selama ontologis, epitemologis, dan aksiologis berangkat dari dan sesuai dengan nilai-nilai etis keislaman yang humanistik.